Minggu, 14 Oktober 2007

....?????


Love is about Trust
Friendship is about understanding
Kata seorang teman kepada temannya
Dua orang ini baru saja memulai untuk berteman
Dulunya mereka bermusuhan, tetapi orang yang berkata diatas mencoba meyakinkan temannya bahwa dia telah berubah, bertekat untuk menjadi lebih menjadi baik, dan tidak sejahat dulu,

Tapi kalimat diatas dibantah oleh temannya

"Kamu terbalik
Love is about understanding
Friendship is about trust"

Selasa, 09 Oktober 2007

Takut Pada Bulan

Tidak hanya Air crew, semua pekerjaan yang berhubungan dengan pesawat terbang, harus dilakukan oleh seorang yang memiliki license, license ini harus valid dan current. Prosedure recurrent ada yang satu tahun sekali ada juga yang dua tahun sekali, tergantung jenis license yang dimiliki.

Pada proses recurrent sendiri, dilakukan refreshing regulasi dan persyaratan standard, informasi jika ada peraturan baru dan yang paling penting ada competensi check, ini yang biasa bikin deg-degan, soalnya kalo fail pada saat recurrent, bisa jadi status license menjadi tidak valid, suspended atau lost of license.

sebenarnya bukan hanya tidak lulus dalam recurrent yang menyebabkan sesorang menjadi kehilangan license, tetapi bisa saja pada kurun waktu bekerja, melakukan kesalahan fatal atau pada saat audit (periodik antar waktu recurrent), terdapat Major Finding.

Tapi kenapa ya..selalu yang membuat was-was, justru pada saat recurrent saja, bukankah sebenarnya itu hanya sarana agar sesorang tetap current dalam profesinya dan straight on track....

Nggak jauh beda dengan Ramadhan...(atau konsep recurrent adalah contekan dari Ramadhan?)

Dibulan Ramdahan, begitu banyak Allah "mengobral dan membanjiri" berkah Nya, ini dari sisi Allah, bagaimana dari sisi umat

Yang sering kita dengar :

Lagi puasa nih....clubing stop dulu ya...? jadi kalo nggak puasa boleh ya clubing?

Masak sih puasa-puasa ngomongin orang? jadi kalo nggak puasa boleh ya ngomongin orang ?

Nggak boleh marah...inikan puasa.....? jadi kalo nggak puasa boleh marah-marah?

Bukannya,

Ramadhan sebagai proses recurrent atas apa yang kita yakini, dengan uji kompetensinya melalui puasa, Audit yang dilaksanakan adalah, pada saat kita menerima berbagai cobaan.

Apa yang kita "tahan" dibulan Ramadhan, bukankah semestinya tetap kita tahan di bulan lainnya?

Apa yang kita kurangi dibulan Ramadhan, karena kurang bermanfaat, akankah menjadi bermanfaat dibulan lainnya?

Apa yang kita tambah di bulan Ramadhan, tentunya bukan hal yang merugikan di bulan lainnya,

toh yang berbeda, dari sisi berapa pahala yang kita terima

Akankah kita melakukan sesuatu hanya karena pahala?

Bagaimana jika pahala hanya kita jadikan "efek" dari

sesuatu yang kita lakukan karena cinta kita kepada Allah?

 

Harapan dan Niat

Setelah melalui recurrent di bulan Ramadhan,

Semoga kita tidak hanya menikmati kemenangan sesaat dengan menggunakan baju baru, melakukan "tradisi" bermaaf-maafan, "melepaskan" diri dari apa yang "tertahan" selama sebulan penuh......

semoga kita memperoleh kemenangan yang sesungguhnya, mampu menahan hawa nafsu, menambah amalan dan berbagai tindak kebaikan yang dilakukan dibulan Ramadhan dapat kita lakukan pada bulan- bulan berikutnya, dengan berharap Allah mempertemukan kembali dengan Ramdahan berikutnya.

Mengganti Terawih menjadi Tahajud, tetap menikmati membaca dan memahami ayat - ayat Allah, tetap mendatangi masjid dan mushola tetap menahan amarah, tetap memberi sedekah...semoga apa yang kita tambah dibulan Ramadhan, tidak akan berkurang  dibulan lainnya,

---

 

Taqoballahu Minna Wa Minkum
Siyamana Wa Shiyamakum….

Mohon maaf Lahir dan Batin

Selamat Hari Raya Idul Fitri

 

salam - Gogod & keluarga

 

Jumat, 05 Oktober 2007

kenapa aku harus nunggu ya...?

Sampai ditempat praktek dokter , aku lihat tidak ada antrian, ketika kubuka pintu praktek dokter, yang ada hanya tas kerja, entah kemana dokternya.

Aku menanyakan ke petugas apotik, jawabnya "apa..? kenapa? berullang -ulang, karena rada bingung yang sakit aku apa petugasnya, jadi aku mending diam, eee malah dia jawab bener..ini dokternya" sambil menunjuk kesampingnya, terrnyata dokter ada disitu.

Setelah selesai dari ruang dokter..aku kembali ke petugas apotik menyerahkan resep, seperti biasa..tak ada senyum sapa..jangankan ucapan t"unggu sebentar ya"... eye contactpun tidak ada.
Kebiasaanku pula, tidak peduli dengan yang begini, toh tujuanku dapat obat, selesai.. jadi aku ambil tempat duduk, mainkan HP, asik browsing biar nggak terasa nunggunya.

Beberapa saat kemudian, bapak disebelahku teriak.."kan obatnya nggak perlu diracik..kenapa lama?"
kebetulan aku cuman berdua ngantrinya, sebentar aku lihat orang itu, dan nggak perduli lagi, cuman sempat terpikir..
aku dulu pernah "ngamuk" lebih parah dari itu.., jadi ya...biarin aja"

beberapa saat kemudian, obat orang itu datang, aku masih menunggu, kira-kira 10-15 menit kemudian obatku datang, waktu itu aku nggak begitu perhatikan bentuk obat, bahkan cara minum obat yang dijelaskanpun rasanya nggak kuperhatikan, pengaruh lagi error mungkin ya?

Nah waktu dijalan, begitu inget jenis obatnya, aku baru ingat apa yang orang komplain tadi,
obatku semua kemasan pabrik, bukan racikan, kenapa aku harus nunggu ya...bukannya mestinya tinggal ambil...
cuman..kenapa tadi aku nggak complain seperti bapak tadi...?

hmmm,aneh..Ramadhan kali ini, ada dua peristiwa yang biasanya aku nggak bisa tahan untuk tidak berkomentar, tetapi kok malah aku seperti nggak ada apa-apa ya?
Tapi ya, bagus aja ..nggak membuat orang lain jadi nggak suka karena komentarku

Peristiwa di Apotek:
1. Kenapa ya..kok begitu..kenapa harus membuat orang menunggu ?
2. Lingkungan dan kebiasaan, ternyata berbahaya juga, karena "kebiasaan", jadinya bisa "maklum" meski sebenarnya mungkin bisa lebih baik, tetapi malah jadi tidak peduli.

Selasa, 02 Oktober 2007

Entourage - Sorry Ari

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Episode Favoritku..

Dalam episode ini, dibagian paling kahir kita bisa melihat, ternyata untuk dapat mengetahui bahwa kita perlu minta maaf, tidak segampang yang kita bayangkan.
Sebaliknya..pemecahan masalah yang begitu kompleks dalam bayangan kita ternyata hanya diperlukan sebuah kata maaf yang benar-benar dari hati.
----
Vince Chase, berencana akan memecat Ari, Agen yang telah membuatnya kecewa, meskipun sebenarnya dia merasa tidak ada agent yang bisa sebaik Ari.
Sementara Ari seperti mempunyai perasaan akan dimarahi, dia mengatakan hal ini kepada istrinya.

Di kantor, Ari diberitahu sekertarisnya bahwa Vince menelepone sendiri, tetapi Ari tidak mau menerima, ia berprinsip " YOU NEVER TAKE AN ANGRY CLIENT'S CALL UNLESS YOU HAVE NEWS TO MAKE HIM SMILE"

Ari berusaha memenuhi apa yang bisa membuat Vince senang (menurutnya)

Yang menarik dari Episode ini, adalah
1. ketika Vince dan rekan-rekannya mencari Agent buat pengganti Ari, dalam dua presentasi Vince selalu disimbolkan dengan beberapa merk dagang ternama..kemudian..diganti dengan wajah Vince, tehnik standard penjual jasa yang diaplikasikan mentah-mentah oleh kedua agent

2. Magic word yang keluar dari setiap agent yang ditemui...,
tingkah laku Ari..dalam perilaku kerja ( typical penjual jasa )

3. Bagian terakhir, setelah mendatangi dua presentasi yang sama dan tidak mengarah pada kebutuhan Vince (manusia), meski dalam bahasa yang "luar biasa" tetapi agent adalah bukan orang - orang yang menyenangkan, pendekatan yang "bodoh", semua tidak ada yang "semengerti" Ari

Akhirnya Vince bersedia memenuhi undangan Ari dikantornya,

tapi apa yang ditemui Vince, presentasi yang sama dengan agen-agen lain yang ia temui,
sehingga baru diawal presentasi, vince sudah meninggalkan ruangan,

Ari Panic...akhirnya Vince mengatakan bahwa ia benar-benar kecewa karena Ari tidak begitu kuat untuk sekedar meminta maaf.

Ari begitu tersentak mendengar itu, ekspresinya menunjukkan "kenapa tidak terpikirkan?
Ari meminta maaf, tapi Vince sambil berjalan keluar kantor " It's too Late Ari"

Berebut maaf

Rating:★★★★★
Category:Other
"Ya sudah, biar aku tunggu sambil duduk merebahkan diriku dipintu, agar aku dapat mendengar jika suamiku mengetuk pintu" Begitu pikir Aisyah ketika Rasulullah tidak juga pulang sampai larut malam.
Aisyah yang dari siang bekerja berat mengaduk tepung untuk dibuat roti sebagai persedian makan untuk beberap hari, akhirnya tak kuasa menahan kantuk hingga tertidur

"Kasihan istriku, ia pasti cemas menungguku, aku terlalu sibuk menjawab pertanyaan sahabat-sahabatku dan beberap yang baru masuk Islam" Demikian pikir Rasululullah, sambil berusaha berjalan secepat mungkin.
Setelah tiga kali mengetuk pintu dan mengucapkan slam tidak juga dibukakan pintu, Beliau duduk ditanah dan bersandar dipintu sambil membayangkan wajah istrinya tertidur pulas.
" kasihan dia, Mungkin isitriku tertidur karena capek menungguku, biarlah ia tidur karena telah melayani dan membantuku. Aku berbaring disini saja agar besok, ketika istriku mengambil air wudlu aku dapat mendengarkannya". Beberap saat lemudian beliaupun tertidur pulas.

Dua insan yang dimuliakan Allah SWT tengah tertidur pulas, satu bersandar di pintu bagian luar dan yang satu dipintu bagaian dalam. Tidak ada prasangka diantara mereka, berdua telah berkomitmen untuk mengabdikun hidup untuk perjuangan agama, secara ikhlas.

"Apakah suamiku tidur dirumah sahabat, padahal ini tidak pernah ia lakukan?" pikir Aisyah ketika ia akan mengambil air wudhu sambil membuka pintu. " Astagfirullah" Rasulullah terjatuh hingga terbangun.
"Subhanallah" seru Rasulullah kaget.
"Astagfirullah, maafkan aku, suamiku" ucap Aisyah berulang-ulang.
"Tidak, aku yang salah, maafkan aku istriku" kata Rasulullah sambil bangkit dan duduk ditanah.
" Maafkan aku yang tidak sabar menunggumu tadi malam, sehingga aku tidak mendengar kedatanganmu dan membuatmu terpaksa tidur diluar" ucap Aisyah sambil meneteskan airmata.
Perlahan Rasulullah memegang bahu istrinya untuk merenggangkan pelukan istrinya, kemudian dengan lembul memegang pipi Aisyah sambil mengusap airmatanya, beliau berkata, "Tidak, aku yang salah. Maafkan aku yang telah membuatmu menunggu terlalu lama karena aku lupa waktu, melayani para sahabat"
"Aku yang salah, maafkan aku" ucap Aisyah, Rasulullahpun membalas dengan meminta maaf. Sesaat mereka saling berpelukan, lalu Rasulullah mengajak " Ayo kita ambil air wudlu dan melakukan sholat tahajud". Kemudian dua insan luar biasa ini berjalan menuju sumur.

dari kisah diatas, sering kita mengalami dalam kehidupan kita, baik bersama keluarga, tetangga, rekan kerja, atau siapa saja, mampukah kita mencontoh Rasulullah dalam meminta maaf yang sesungguhnya?

terkadang terlalu berat untuk meminta maaf, apalagi jika merasa paling benar,olehnya bukalah hati kita yang terkadang keras seperti batu
( Silaturrahim, Edisi 2 Th IV/Sept 2007 )

Semoga meminta maaf bukan sekadar tradisi, atau tuntutan pekerjaan ,
semoga kita mampu meminta maaf dari hati ....

Kearifan Muhammad

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Allama Sir Abdullah AlMamun AlSuhrawardy
Buku Favoritku
Aslinya diterbitkan tahun 1938, tapi di Indonesia baru terbit tahun 2003
Selain prakata oleh Mahatma Gandhi, diawal buku ini juga dipaparkan sejarah Nabi Muhammad s.a.w secara singkat.
Dibagian akhir juga dijelaskan gerakan-gerakan shalat
Isi pesan-pesan Rasulullah, dibagi dalam beberapa kelompok materi
secara keseluruhan...baguuuuuussss bener , bisa mengingatkan kita dalam berusaha meneladani Rasululullah
Beberapa diantaranya

-- Sedekah
Yang terbaik dari sedekah adalah yang bersumber dari hati dan diucapkan oleh bibir untuk mengurangi luka yang terluka

-- Orang tua
Sesungguhnya memberi penghormatan kepada kaum tua adalah mempertunjukkan rasa hormat kepada Tuhan

--Suara Hati
Seorang laki-laki bertanya kepada Muhammad s.a.w apa yang merupakan tanda dari seseorang sehingga ia mungkin dapat mengetahui realitas dari keimanannya. Muhammad s.a.w berkata " Jika engkau memperoleh kesenangan dari perubuatan baik yang telah engkau lakukan dan berduka cita atas perbuatan jahat yang telah engkau lakukan, maka engkau sesungguhnya adalah orang yang beriman".
Laki-laki itu berkata " Apa saja yang dapat digolongkan sebagai suatu kesalahan yang sesungguhnya?"
Muhammad s.a.w berkata " Ketika segala sesuatu menusuk suara hatimu, untuk meninggalkan perbuatan itu"

--Kepuasan Hati
Kekayaan bukanlah dari kelimpahan barang-barang duniawi, tetapi dari rasa puas dadalam hati

--Pengendalian Diri
Siapa yang mampu menahan kemarahannya, padahal ia memiliki kemampuan untuk memperlihatkannya, Tuhan akan memberi dia suatu penghargaan besar
--
Tidak ada orang yang telah meminum sesuatu yang lebih baik dibandingkan kemarahan yang ia telan (tahan) semata-mata karena Allah

--Kewajiban Orang Beriman
Jangan mengatakan, jika orang-orang berbuat baik kepada kami, kami akan berbuat baik kepada mereka; dan jika orang-orang menekan kami, kami juga akan menekan mereka;
Tetapi tetapkan, jika orang-orang berbuat kepadamu, engkau juga akan berbuat baik kepada mereka dan jika mereka menekanmu,maka engkau tidak akan menekan mereka.

--Memaafkan
Suatu ketika Muhammad s.a.w, ditanya " Ya Rasulullah s.a.w, berapkali kita memafkan kesalahan pelayan kita?"
Ia terdiam. Sekali lagi sang penanya mengajukan pertanyaan itu, dan Muhammad s.a.w tidak memberikan jawaban.
Tetapi ketika orang itu bertanya untuk yang ketiga kali, ia berkata : Maafkan para pelayanmu 70 kali dalam sehari"

--Pengetahuan
Untuk menghabiskan lebih banyak waktu didalam belajaradalah lebih baik dibanding menghabiskan waktu didalam berdoa, dukungan agama adalah menahan nafsu. Adalah lebih baik untuk mengajarkan pengetahuan satu jam dimalah hari dibandingkan berdoa sepanjang malam.
--

Memuliakan Anak Perempuan

http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=167
terkadang sebuah keluarga dianggap belum sempurna tanpa kehadiran anak laki-laki. Anak perempuan masih dipandang sebelah mata.

''Barangsiapa yang ada padanya tiga orang anak perempuan dia bersabar dalam mengasuhnya, dalam susahnya dan dalam senangnya, dia akan dimasukkan Allah ke dalam surga, karena rahmat Allah terhadap anak-anak itu.''