Rabu, 13 Januari 2010

too hurtful to forgive

Rating:★★★★
Category:Other
The story begins with a father’s growing frustration in watching development of his young son and the seeming inability to control anger. One day the father, in pulling the boy aside, provided him a bag of nails and directed him to drive a nail through the fence every time he lost his temper. He asked only that the boy let him know when a full day passed without need for hammer and nail. Relenting to his father’s request, on the first day the boy drove more than 30 nails into the fence. Over the course of the following weeks, the boy hammered fewer nails as he learned to maintain his composure and, eventually, a day passed without a nail driving through the fence. The boy discovered it easier to control his anger than to continuously hammer nails through the fence.
Upon reaching this milestone, he told his father of his ability to check his anger. The father smiled and then suggested that the boy pull one nail from the fence for each day that he was able to hold his temper. Again, he asked only that his son inform him when no nails remained in the fence.
Days stretched to weeks and weeks ran into months when, finally, the young boy pulled the last nail from the fence. Sharing the accomplishment with his father, his dad took him by the hand in leading him back to the fence. As they stared together at the planks of wood disfigured over many months of abuse,
his father said
Well done, but take notice of all the holes left from the nails. This fence will never again look as it did before you hammered into it. When speaking in anger, you leave holes in people no different than these in the wood. You may – in time – earn forgiveness, but no one forgets unkindness. Some wounds cut too deep for tears, too hurtful to forgive. Remember this.



free counters

Selasa, 12 Januari 2010

karena dia ibu dari anak2ku.

Rating:★★★
Category:Other
karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya.........,
karena dia ibu dari anak2ku
.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya...............
Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya............................
.................aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya
Awalnya , beberapa respon ku tanggapi biasa, tapi ketika sampai ada yang merespon melalui sms atas postingan lama ku di Multiply (klik disini) yang sengaja ku publish di FB (disini), adi tergerak untuk baca lagi, karena mata sudah jenuh didepan layar, jadi aku cetak, untuk dibaca sambil tidur tiduran.

Diawal tulisan, masih merasa tidak ada yang istimewa, kesannya hanya cerita biasa buat ngingetin wanita yang berstatus istri untuk lebih "waspada" terhadap suami.
Tapi ketika membaca kalimat diatas..tiba tiba....
kalimat yang bener bener "jantan', maksudnya....laki laki lebih banyak menggunakan logika, terkadang perasaan menjadi nomor dua, dan jika ini digunakan dalam membina keluarga, ya begini nih jadinya....
Dan mungkin ini juga yang mendorong munculnya perselingkuhan.....

Secara logika " Istri tidak dirugikan, toh suami tetap berusaha membahagiakan" selama istri tidak mengetahui apa yang ada dipikiran suami

Pertanyaannya untuk suami : Apa bener bisa konsisten membahagiakan istri kalau tanpa perasaan?
 

. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"
Well, ini warning buat suami maupun istri
Secara umum semua orang pasti sudah mengenal kalimat ini
"Sebaik baik kita menyimpan bangkai, baunya pasti ketahuan"

Jaman seperti sekarang, dunia maya gampang sekali di bobol, sudah banyak situs situs perusahaan ternama yang dibobol, masih bisa bilang "beruntung" kalau yang menemukan passwordnya keluarga sendiri, bagaimana jika ternyata orang lain yang mengetahui, kemudian disebarkan luaskan ??

Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku
Pesan bagi istri :se-cuek apapun laki laki....ternyata ada sisi romantisnya

Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku.....
Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku.
aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu
hmmm....buat galo galo, suami atau istri : be carefull dengan pasangan yang keliatan sabar
jangan terus semena mena ya......

Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu
Again , buat suami atau istri, jika pasangan yang mulai berubah, mesti dipertanyakan "beneran berubah, atau menutupi sesutu?"tapi yang pasti, mata tidak bisa berbohong......

. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya
Nah, peribahasa  "kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah", nggak selamanya berlaku, sebandel bandelnya anak....dia juga menyayangi orangtuanya.....
jadi, kalo lagi marah ingat, jangan berlebihan......

Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Ini dia.....Komunikasi.....satu hal yang sering dilupakan, terkadang kita mengharapkan orang lain mengerti apa yang kita mau, tapi kita tak pernah memberitahukan apa yang kita mau
sebaliknya,

terkadang kita mendengar tapi hanya sekedar mendengar tanpa mau tahu apa yang kita dengar......

Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita

Thats the point : Terkadang kita baru inget mo menyikat gigi setelah gigi kita sakit, atau kita baru menyadari betapa murahnya udara ketika kita pilek dan susah untuk bernafas

Penyesalan...... saya paling tidak suka dengan kalimat "penyesalan itu pasti datang belakangan", kalimat yang nggak perlu diucapkan...karena sudah pasti kata "penyesalan" itu adanya setelah kejadian....

So, kenapa harus menunggu ditinggalkan....

besok aku akan

kenapa harus besok......???? now is time to changes.... CHANGES OR LOOSE...

kata bang Arvan Pradiansyah "If you want to be Happy, be happy NOW "

renungan lewat tengah malam,
free counters

Minggu, 10 Januari 2010

Terserah.....

Menikmati kasih sayang Allah, yang rasanya tidak nyaman, bisa saja membuat frustasi.
Semua tergantung bagaimana menanggapinya, bagaimana melampiaskannya...

Tapi...kalau dipikir lagi, dibuat susah atau sedih..toh harus dijalani....
jadi ya mending dinikmati aja......


Untuk "menipu" perasaan, bisa saja dengan melampiaskan ke hal hal yang mungkin bisa membuat kebahagiaan,

coba keluar dari rutinitas misalnya.....

kalau biasanya jalan ke tempat kerja belok kiri yaaa sekarang ganti belok kanan dulu baru belok kiri belok kiri lagi,

kalau biasanya suka tidur sampai larut malam, yaa tidur lebih cepat, bangun pagi pagi...

kalau biasanya malam malam buat nasi goreng, kali ini menunya diganti Cah pare, gurami bakar, sambel kecap....hmmmm enak tenan.....

Atau seperti yang pernah diposting (klik) disini
Pasti..nggak semudah itu dan nggak semua kesedihan , kemarahan bisa hilang 100%, minimal, tidak larut dalam suasana yang tidak nyaman...

(nggak je es **mode on** )
 
Kita memohon diberi Kekuatan..., dan ALLAH memberikan Kesulitan agar membuat kita Kuat...
Kita memohon agar menjadi Bijaksana..., dan ALLAH memberi kita Masalah untuk diselesaikan...
Kita  memohon Kekayaan..., dan ALLAH memberi kita Bakat, Waktu, Kesehatan dan Peluang .
Kita memohon Keberanian…, dan ALLAH memberikan kita hambatan untuk dilewati.
Kita memohon Rasa Cinta..., dan ALLAH memberikan orang orang bermasalah untuk dibantu.
Kita memohon Kelebihan..., dan ALLAH memberi kita jalan utk menemukannya.

Kita tidak menerima apapun yang kita minta.., akan tetapi kita menerima semua yang kita butuhkan



 

Kamis, 07 Januari 2010

Pemimpin ala yu Sum


.Semoga sukses... ya mas........................................ tapi perlu diinget, kalau dah jadi pemimpin,
harus bisa berbuat yang terbaik lo buat orang banyak,
bukannya baik baik sama banyak orang.....

kira kira begitulah isi sms yang diterimanya pagi ini, dari Yu sum, mantan pacarnya wakidjan.
"Wealahh....in the morninng uput uput gini kok ngirim sms aja bikin aku ora understand to" gumam wakidjan sambil duduk diruang tamu, sambil nyariin bungkusan rokok

Sambil merapikan sarungnya, dia duduk di kursi, langsung mencet hp buat nelpon yu sum

 "How are you jeng.....?" teriaknya ketika terdengar sahutan dari seberang

"aku sudah terima sms mu jeng, what you meaan to jeng,aku ora understand je?." lanjutnya

"Lo, katanya mas wakijan mo di dapuk jadi ketua perkumpulan warung kopi?" balas yu Sum balik bertanya.

"Thats right, la terus kalimat selanjutnya maksud-e apa?" dengan gaya yang masih seperti dulu, wakijan balik lagi bertanya..

"hehehe..gini lo mas Wakijan yang ganteng dang kayak bule....." Yu Sum membalas samabil cengengesan " kalau nanti sudah jadi pemimpin, mbok ya jangan lupa sama yang namanya anak buah, rakyat kecil...... bukannya sebaliknya.... gitu..."

"weh....diajeng iki, masih nggak dong je" jawab wakijan , sambil mindah hape-nya kekuping kiri, siap siap mengharap jawaban yang gamblang, sambil menikmati suara yu Sum yang masih ada dihatinya....

"Gini loh mas.....nanti kalo dah jadi pemimpin itu...sampeyan mesti bisa menangkap aspirasi anak buah, rakyat kecil, jangan sak maunya sendiri, ngetok-ke pintere, ra gelem kalah, nah,,kalao ada  yang nakal yooo dijewer....pancen nggak enak, tapi kan maksud-e njewer itu biar bisa jadi baik to........
itu namanya berbuat yang terbaik untuk orang lain..........koyo minum jamu kae loh mas....

eling nggak sampeyan waktu sakit tak pekso minta minum jamu pahit, tapi kan itu karena aku cinta sama sampeyaan, biar cepet sembuh.....bukan nyengsarakke..."

Denger kata cinta, wakijan langsung sumringah memotong pembicaraan " jadi kamu cinta sama aku to jeng?"

"La iyo to mas...waktu itu.....sak iki aku wis nduwe yang lebih handsome kok" bales yu Sum

"Yo wis ..terus?" sambung wakijan, sedikit sengol, karena ternyata tidak ada harapan kembali dengan yu Sum

" Sik sik, senyum dulu to mas....." goda yu Sum
"iya iya...dah mringis nih....tapi belum sikat gigi" jawab wakijan ketus...

"Ya nggak papa, aku nggak liat ma nggak cium baunya kok" lanjut yu Sum
"lanjut ya......kalau sampeyan liat orang lain salah, terus sampeyan tutup tutupi..itu nggak bener mas, apalagi kalau malah ngikut ngikut.....biar disenengi sama orang banyak....
iku namanya sampeyan cuman mo baik baik sama orang lain...tapi nggak baik....
nggak boleh itu mas.....malah nggak mendidik....paham ora,
wis nggak jamannya lagi mas, jadi pemimpin sekedar populis....
la piye yang dipimpin mau taat,


sampeyan masih inget to..waktu ngaji dulu ....

.Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu...� (QS. An Nisaa: 59).

La kalo pemimpinnya maunya cuman populer, terus piye leh mau ditaati....."

"tapi aku ini bukan pemimpin yang ngetop ngetop itu lo jeng...la wong mung dadii pemimpin perkumpulan orang orang ya suka nongkrong bareng diwarung kopi..." wakijan memotong kalimat yu Sum

Yu Sum langsung nyerobot lagi "eeee jangan salah, sampeyan lupa to mas sama 3M"
Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil, Mulai dari sekarang.........

"oooo nggih nggihhh jeng.....litle little i understand.....tambah diligent aja nih....matur nuwun nggih...diajeng ini makin cantik aja" kata wakijan

"ooooo GOMBAL MUKIYO..,, yo wis mas..gek ndang mandi......" kata yu Sum sambil menutup telponnya


lagi kangen sama wakidjan...
hmmm kalo ada yang pengin tahu gimana wakidjan dulunya..klik aja disini